FORBITAS Cepat Tanggap, salurkan donasi kemanusiaan ke rekening BCA : 0670024024 a/n Tri Nurhati (Bendahara FORBITAS)

Friday, November 1, 2019

Mengantuk Saat Bekendara? Ini Jeratan Hukumnya

Mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya. Kepolisian lalu lintas pun mengancam bagi pengendara yang mengantuk saat berkendara dengan hukuman 3 bulan penjara atau denda Rp 750.000.

Hal tersebut diatur berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam Undang-undang diatur tentang cara berlalu lintas yang benar. Sebagai konsekuensi hukumnya, warga yang tidak mematuhi tara cara lalu lintas dianggap sebagai pelanggaran hukum

Dalam salah satu pasal yang mengatur tata cara berlalu lintas antara lain, Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009. Isinya setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan penuh konsentrasi, adalah orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon, menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau minum-minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Pelanggaran terhadap setiap orang yang mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar dan tidak konsentrasi ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009. Berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudikan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Menurut hasil analisis, pelanggaran lalu lintas merupakan awal terjadinya kecelakaan. Melanggar lalu lintas berkaitan erat dengan kejadian kecelakaan lalu lintas dan mengantuk saat berkendara bisa berakibat fatal.
Share:

0 comments:

Post a Comment





banner



Popular Posts

Follow by Email

Labels