FORBITAS Cepat Tanggap, salurkan donasi kemanusiaan ke rekening BCA : 0670024024 a/n Tri Nurhati (Bendahara FORBITAS)

Sunday, April 19, 2020

Pengendalian Sosial Berskala Besar di Kota Tangerang Selatan, Ini Yang Harus Dilakukan Warga



Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya untuk menekan angka penyebaran Corona Virus Disease 19 atau disebut dengan Covid-19. Untuk itu, mulai tanggal 18 April 2020 lalu Pemkot Tangsel mulai memberlakukan Pengendalian Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aturan Pengendalian Sosial Berskala Besar ini akan diberlakukan sementara hingga 14 hari sejak tanggal diberlakukannya. Dalam PSBB ini warga kota Tangsel diminta untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagi yang masih melakukan aktivitas di luar rumah, diwajibkan untuk menggunakan masker. Aturan ini juga melarang adanya perkumpulan orang lebih dari 5 orang. 

Pemerintah kota dibantu berbagai instansi terkait juga melakukan sosialisasi serta Pengecekan di beberapa cek poin yang berada di Kota Tangerang Selatan. 

Pada salah satu cek poin di hari pertama pemberlakuan PSBB, tim redaksi FORBITAS melihat langsung kinerja para aparat dalam melaksanakan tugas. Petugas memeriksa setiap pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menggunakan masker. 

Untuk kendaraan roda empat, penumpang wajib duduk di belakang dan tidak diperkenankan untuk duduk di depan di samping sopir. Dilakukan juga pembatasan jumlah penumpang pada kendaraan mobil.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua petugas memeriksa tanda pengenal setiap pengendara kendaraan sepeda motor yang berboncengan. Dikatakan oleh petugas yang melakukan pemeriksaan pengendara sepeda motor yang berboncengan diwajibkan berada dalam satu alamat. Selain itu, pemotor wajib menggunakan masker dan juga sarung tangan.

"Kami melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan yang melintas masuk ke Kota Tangerang Selatan. Untuk kendaraan mobil kami meminta penumpang untuk duduk di kursi bagian belakang tidak boleh berada pada kursi depan. Kami juga membatasi jumlah penumpang pada kendaraan roda empat. Untuk kendaraan sepeda motor, kami mewajibkan pengendara sepeda motor untuk menggunakan masker dan sarung tangan. Sementara bagi pengguna sepeda motor yang berboncengan, kami memeriksa identitas kependudukannya apakah pembonceng atau pun yang dibonceng berada dalam satu alamat. Hal ini kami lakukan dalam upaya untuk mencegah dan menekan angka penularan atau penyebaran virus HIV AIDS 19 sebagaimana yang diinstruksikan oleh ibu walikota Hj. Airin Rachmi Diany," jelas Saduni Kepala Polisi Pamong Praja Kecamatan Ciputat Timur.

Petugas instansi terkait seperti TNI, Polri, Dishub, Pol PP bahu membahu untuk terus memantau kegiatan masyarakat. Warga masyarakat diminta untuk patuh pada peraturan PSBB ini demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.
Share:

0 comments:

Post a Comment





banner



Popular Posts

Follow by Email

Labels